HUBUNGAN SELF ACCEPTANCE DENGAN SELF CAREMANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KURIPAN
Kata Kunci:
Self Acceptance, Self Care Management, Diabetus MillitusAbstrak
Diabetes Melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah dari rentang kadar puasa normal 80- 90 mg/dl, atau rentang non puasa 140-160 mg/dl. Jika diabetes Melitus tidak cepat ditangani maka, dapat menyebabkan komplikasi seperti penglihatan kabur, penyakit jantung, penyakit
ginjal, dan gangguan pada kulit dan syaraf Penelitian ini bertujuan Mengetahui hubungan Self acceptance dengan self care management pada pasien Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Kuripan, sebanyak 32 orang, yang dipilih menggunakan teknik Proporsive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan lembar
observasi kunjungan, sementara analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menilai kualitas pelayanan kesehatan dalam kegiatan Prolanis dalam kategori buruk. Selain itu, terdapat 66,7% responden yang tidak patuh
dalam pengobatan dan 60% yang tidak aktif mengikuti kunjungan Prolanis. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya Ada hubungan self acceptance dengan self care management pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan dengan nilai p value 0,000 < a (0,05). Dari hasil penelitian didapatkan yang memiliki self acceptance yang rendah dan self care management yang kurang hal ini karena sebagian besar tingkat pendidikan rendah. Tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi tingkat pemahaman responden tentang penyakit sehingga mempengaruhi penerimaan diri dan perawatan diri pasien DM.