HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN INFUS DAN PERGANTIAN DRESSING DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PADA ANAK DI RUANG FLAMBOYAN RSUD TONGAS
Abstrak
Angka kejadian phlebitis di suatu rumah sakit dapat menjadi salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit. Angka kejadian phlebitis dari tahun ke tahun belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Phlebitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah jenis, ukuran dan bahan kateter, lama waktu pemasangan, pemilihan tempat insersi jenis penutup tempat penusukan (Dressing),teknis insersi/ penusukan, sterilitas perawatan terapi intravena, cairan intravena, obat parenteral dan frekuensi perawatan terapi intravena
Analisa data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang di rawat diruang di Ruang Flamboyan bulan September- Desember 2024 sebanyak 90 anak dengan tehnik sampling Total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan uji Spearman rank.
Hasil analisis penelitian menunjukkan lama pemasangan infus lama di ruang Flamboyan RSUD Tongas yaitu sebanyak 26 anak (55,3%), 34 anak atau 72,3% dengan dressing yang sudah lama. Terdapat hubungan antara lama pemasangan infus dengan kejadian phlebitis di ruang Flamboyan sebesar 0,015 (lebih kecil dari 0,05). Begitu juga dengan pergantian dressing dengan kejadian phlebitis sebesar 0,049 (lebih kecil dari 0,05. Maka terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel lama pemasangan infus dan pergantian dressing dengan kejadian phlebitis.
phlebitis dapat diakibatkan oleh kurangnya perawatan selama infus terpasang sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan menunjukan bahwa perawat tidak mengobservasi atau tidak melakukan perawatan pada area tempat penusukan seperti halnya tidak melakukan rotasi tempat pemasangan infus setelah infus terpasang selama 3 hari.