HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI DESA ASEMBAGUS KECAMATAN KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
Abstrak
Demensia merupakan suatu sindrom klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan disfungsi memori yang sangat parah dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan suatu kekhawatiran yang berlebihan dengan berbagai gejala sumatif, yang menyebabkan gangguan signifikan pada fungsi sosial atau pekerjaan atau nyata pada penderitaan pasien.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Adapun seluruh penduduk lansia berumur >50 tahun di Desa Asembagus Kraksaan Kabupaten Probolinggo berjumlah 27 orang yang dipilih secara acak sederhana. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 responden lansia yang mengalami demensia sebanyak 25 orang (92,59%), dan responden yang tidak menderita demensia sebanyak 2 orang (7,4%). Analisis data menggunakan korelasi rank spearman dan diperoleh hasil p value = 0,000 dan nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan demensia dengan tingkat kecemasan pada lansia di Desa Asembagus Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan penting dalam mengurangi risiko terjadinya demensia diantaranya menjaga ketajaman daya ingat dan senantiasa mengoptimalkan fungsi otak, kemampuan individu dalam mengatasi kecemasan dalam konstruksi merupakan faktor utama dalam mengembangkan pola koping.
Kata Kunci : demensia, tingkat kecemasan, konsep lansia, proses penuaan.