PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIFITAS RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK
Kata Kunci:
Stroke, latihan Range of Motion, kekuatan ototAbstrak
Stroke merupakan suatu kedaruratan medik. Semakin lambat pertolongan medis yang diperoleh, maka akan semakin banyak kerusakan sel saraf yang terjadi.Gangguan akibat stroke sering menimbulkan gejala sisa seperti defisit motorik berupa hemiparese (kelemahan satu sisi tubuh) yang dapat menjadi kecacatan menetap. Oleh karena itu diperlukan program latihan ROM yang tujuan utamanya untuk dapat mencapai kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra Experimen one grub pra post test design, Teknik pengambilan sampel, accidental sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa bivariat (Wilcoxon), dengan 36 responden yang dilakukan 3 kali dalam sehari selama 3 hari dengan durasi 25-30 menit. Hasil penelitian menunjukkan, dengan rata rata kekuatan otot ekstermitas atas sebelum terapi 2.53 sesudah terapi 3.81 dan rata-rata kekuatan otot ekstermitas atas sebelum terapi 2.38 sesudah terapi 3.72. sedangkan nilai ρ value = 0,000 yang lebih kecil dari α = (0,05) Yang menunjukkan ada pengaruh pemberian latihan range of motion (ROM) terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan aktivitas pasien yang mengalami stroke dengan pemberian program latihan ROM yang dirawat di rumah sakit, juga merekomendasikan agar program latihan ROM dapat diterapkan khususnya diruang perawatan medikal bedah, serta adanya penelitian lanjut dengan sampel yang lebih besar