PENGARUH PENDAMPINGAN MOBILISASI DINI KOMBINASI TERAPI SLOW DEEP BREATHING TERHADAP TINGKAT NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA
Kata Kunci:
Mobilisasi Dini, Terapi Slow deep breathing, Tingkat Nyeri, Post Operasi Sectio caesareaAbstrak
Pasien post operasi sectio caesaria biasanya akan merasakan nyeri luka operasi setelah beberapa jam pasca operasi. Kebanyakan ibu takut untuk bergerak dengan alasan nyeri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pendampingan mobilisasi dini kombinasi terapi slow deep breathing terhadap tingkat nyeri post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
Jenis penelitian pra experimental dengan desain one group pretestpostest design. Populasi adalah seluruh responden yang mengalami nyeri post operasi sectio caesarea sejumlah 40 responden, didaptkan sampel sejumlah 36 responden dengan teknik accidental sampling. Pendampingan mobilisasi dini kombinasi terapi slow deep breathing deiberikan 30 menit sebelum pemberian obat dan dilakukan 3 kali sehari dibantu oleh dua enumerator. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, selanjutnya analisis menggunakan SPSS versi 20 dengan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian didapatkan tingkat nyeri sebelum dilakukan pendampingan mobilisasi dini kombinasi terapi slow deep breathing sebagian besar responden mengalami nyeri berat sejumlah 36 (100%), tingkat nyeri sesudah dilakukan pendampingan mobilisasi dini kombinasi terapi slow deep breathing sebagian besar responden mengalami nyeri berat sejumlah ringan 24 (66,7%) dan ada pengaruh pendampingan mobilisasi dini kombinasi terapi slow deep breathing terhadap tingkat nyeri post operasi sectio caesarea dengan nilai p value 0,000 < α (0,05) Mobilisasi melancarkan peredaran darah metabolisme tubuh sehingga dapat mengurangi nyeri. Sedangkan slow deep breathing dapat menurunkan nyeri dengan cara merangsang susunan saraf pusat untuk
memproduksi endorfrin yang berfungsi sebagai penghambat nyeri.