PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE THERAPY (MRT) TERHADAP INTENSITAS NYERI TENGKUK PASIEN HIPERTENSI EMERGENSI DI PUSKESMAS NGEMPIT PASURUAN
Abstrak
Hipertensi emergensi merupakan salah satu kegawatan dibidang neurovaskular yang terjadi secara akut dan progresif sering dijumpai di instalasi gawat darurat dan biasanya ditandai dengan keluhan sebagai berikut: pandangan kabur, sesak nafas, pusing, nyeri tengkuk, cemas dan terkadang nyeri dada hebat sampai kejang. Gejala yang paling sering muncul pada pasien hipertensi emergensi adalah nyeri di leher menjalar sampai kepala seperti dicengkram. Tujuan penelitian ini Mengetahui Pengaruh pemberian Myofascial release therapy (MRT) terhadap intensitas nyeri tengkuk pada pasien hipertensi emergensi di Puskesmas Ngempit Pasuruan. Desain Penelitian ini penelitian quasy experiment. Sampelpenelitian ini adalah pasien hipertensi emergensi dengan nyeri tengkuk di IGD puskesmas Ngempit Kota Pasuruan sejumlah 36 responden. Sampel ini dipilih melalui accidental sampling. Variabel Independennya Myofascial release therapy dan variable dependennya nyeri. Hasil analisis data uji uji paired t test bernilai p value 0,010 < 0,05 artinya terdapat perbedaan rerata skala nyeri yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan Myofascial Release Therapy. Kesimpulan ada Pengaruh Myofascial Release Therapy (MRT) Terhadap Intensitas Nyeri Tengkuk Pasien Hipertensi Di Puskesmas Ngempit Pasuruan. Saran Rumah sakit dapat membuat kebijakan untuk mengaplikasikan Myofascial Release Therapy (MRT) sebagai tindakan mandiri keperawatan untuk menunrunkan nyeri pada pasien hipertensi emergensi Di Puskesmas Ngempit Pasuruan