HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DAN TINGKAT NYERI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DISPEPSIA DI PUSKESMAS PENANGGAL
Kata Kunci:
Dispepsia, Asupan Makanan, Tingkat Nyeri, Kualitas TidurAbstrak
Dispepsia adalah gangguan pencernaan yang sering dialami oleh banyak orang dan dapat mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan, termasuk kualitas tidur. Gejala dispepsia, seperti nyeri perut, kembung, dan rasa terbakar, dapat mengganggu kenyamanan dan pola tidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan dan tingkat nyeri dengan kualitas tidur pada pasien dispepsia di Puskesmas Penanggal.
Menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 34 pasien dispepsia yang dipilih secara accidental sampling pada bulan Juni 2024. Untuk mengukur asupan maknan dengan menngunakan kuesioner tertutup, untuk mengukur tingkat nyeri menggunakan skala nyeri menggunakan numeric rate scale (NRS). Dan kualitas tidur dengan menggunakan Kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Indeks, dan dilakukan uji analisis menggunakan chisquare test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden (41,2%) memiliki asupan makanan dalam kategori baik, sementara sebagian besar responden (67,6%) mengalami tingkat nyeri dalam kategori ringan. Selain itu, mayoritas responden (70,6%) memiliki kualitas tidur dalam kategori baik.
Uji sperman rho test menunjukkan p value=0,000 untuk hubungan antara asupan makanan dan kualitas tidur, serta p value=0,000 untuk hubungan antara tingkat nyeri dan kualitas tidur, yang berarti ada hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kualitas tidur. Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat nyeri memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kualitas tidur dibandingkan dengan asupan makanan (nilai p nyeri = 0,504, asupan makanan = 0,426).
Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan nyeri dalam meningkatkan kualitas tidur pasien dispepsia. Dan disarankan agar responden mengadopsi pola makan yang sehat dan teratur, serta mengikuti pengelolaan nyeri yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan