PDF ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIANHIPOKALEMIA PADA PASIEN JANTUNGDI RSUD WALUYO JATI KRAKSAANKABUPATEN PROBOLINGGO
Kata Kunci:
Kejadian Hipokalemia, Pasien JantungAbstrak
Hipokalemia merupakan kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan kalium yang cukup. Artinya, kadar kalium di dalam darah lebih rendah dari pada batas normal. Tujuan Penelitian ini adalah Menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian hipokalemia pada pasien jantung di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Populasi penelitian ini adalah Semua pasien jantung yang dirawat di rumah sakit RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten probolinggo sebanyak 35 orang. Dan sampel penelitian sebagian pasien jantung yang dirawat di rumah sakit RSUD Waluyo Jati sebanyak 32 orang. Analisis yang digunakan analisis Chi-Square dan Uji Regresi Logistik Biner dengan alat ukur menggunakan kuesioner dan lembar observasi.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor Usia Yang Memengaruhi Kejadian Hipokalemia Pada Pasien Jantung sebagian besar responden berusia >60 tahun dengan kejadian Hipokalemia sedang yaitu sebanyak 23 responden (71,9%), faktor malnutrisi yang memengaruhi
kejadian hipokalemia pada pasien jantung sebagian besar responden memiliki maltrisi tidak baik dengan kejadian Hipokalemia sedang yaitu sebanyak 17 responden (53,1%), faktor obat deurisi yang memengaruhi kejadian hipokalemia pada pasien jantung sebagian besar responden Penggunaan Obat Deuritik tidak sesuai dengan kejadian Hipokalemia sedang yaitu sebanyak 22 responden (68,8%). Kejadian Hipokalemia pada pasien jantung sebagian besar sedang yaitu sebanyak 24 orang (75%). Dari hasil analisis mutivariat dengan uji Regrelsi Linier Benary diperoleh bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hipokalemia pada pasien jantung adalah variabel penggunaan obat deuritik dengan Odds Ratio (OR) 47,203. Penggunaan obat diuretik meningkatkan risiko ekskresi kalium melalui urin sehingga menurunkan kadar kalium dalam darah sehingga memperbesar peluang terjadinya hipokalemia. Usia lanjut dan malnutrisi juga berperan sebagai faktor risiko tambahan namun bersifat confounding