PDF PENGARUH PEMBERIAN PUDING TOMAT DAN PISANG AMBON TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI PADA LANSIA DESA SUKAPURA
Kata Kunci:
Pisang Ambon, puding tomat, tekanan darah, elderlAbstrak
Hipertensi adalah kondisi serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, dan ginjal. Penyebabnya termasuk faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, yang menyempitkan pembuluh darah. Pencegahan dan pengelolaan melibatkan mengonsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang dan tomat, serta mempertahankan gaya hidup sehat, untuk mengurangi risiko penyakit parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding pisang tomat dan Ambon terhadap penurunan tekanan darah pada warga lansia hipertensi di Desa Sukapura.
Desain penelitian adalah studi pra eksperimental dengan desain pra dan pasca tes. Populasi tersebut meliputi seluruh warga lanjut usia yang terdaftar di Puskesmas Sukapura, berjumlah 54 orang, dengan sampel 30 orang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, dan data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Wilcoxon.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum pemberian pisang dan puding Ambon, 18 orang (60%) mengalami hipertensi stadium 1. Setelah intervensi, 29 orang (96,7%) mengalami hipertensi stadium 1. Uji statistik untuk variabel pemberian pisang dan puding menghasilkan nilai p 0,001 (≤0,05). Oleh karena itu, ada efek pemberian puding pisang tomat dan Ambon pada penurunan tekanan darah pada pasien lanjut usia hipertensi.
Hipertensi dapat dikendalikan dengan obat antihipertensi dan kebiasaan gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, mengonsumsi buah dan sayuran, serta membatasi asupan garam. Makanan tinggi kalium, magnesium, kalsium, dan serat—seperti wortel, air kelapa muda, pisang, dan tomat—juga bermanfaat. Mengonsumsi jus wortel selama 7 hari telah terbukti menurunkan tekanan darah pada wanita berusia ≥50 tahun dari 161,56/91 mmHg hingga 135,94/80 mmHg.