HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATANDENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DANKEAKTIFAN KUNJUNGAN PROLANIS DI PUSKESMASKURIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO
Kata Kunci:
Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kepatuhan Pengobatan, Keaktifan Kunjungan ProlanisAbstrak
Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) merupakan strategi pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertujuan mendukung pasien dengan penyakit kronis agar kualitas hidupnya meningkat melalui pendekatan yang terintegrasi dan proaktif. Prolanis diharapkan dapat
meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta keaktifan mereka dalam mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan dan keaktifan kunjungan
Prolanis di Puskesmas Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Kuripan, sebanyak 30 orang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan lembar observasi kunjungan, sementara analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menilai kualitas pelayanan kesehatan dalam kegiatan Prolanis dalam kategori buruk. Selain itu, terdapat 66,7%
responden yang tidak patuh dalam pengobatan dan 60% yang tidak aktif mengikuti kunjungan Prolanis. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan dan keaktifan kunjungan Prolanis, dengan
nilai p sebesar 0.000 (< a 0,05). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien, yang berdampak pada meningkatnya kepatuhan pengobatan dan partisipasi aktif dalam program. Sebaliknya, kualitas pelayanan yang buruk dapat menjadi hambatan dalam proses pengobatan dan menurunkan motivasi pasien untuk hadir dalam kegiatan Prolanis. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci dalam
membentuk perilaku kesehatan yang positif pada peserta Prolanis.